Goodbye MyBlog

Suatu judul yang terasa menyedihkan,
Kenapa?
Sudah cukup lama aku mengenalmu,
dari tahun 2011 dimana aku membuat blog iezellirik.blogspot.com,
Yang isinya campuraduk ga cuman lirik lagu aja,
Yang isinya copas ampe link gambarnya juga,
Lalu bosan dan kutinggalkan.
Hingga password dan email terlupakan.

Lalu setelah itu aku buat blog yang tak ingin ku sebut karena isinya memalukan.
Tak tanggung tanggung aku buat 5 blog sekaligus. Namun tak ada satupun yang membuatku bangga.

Lalu untuk menutupi rasa malu itu
Di akhir desember 2016 aku menulis blog lagi dengan alamat iezel.xyz, lalu ditambah 3 blog lain yang tidak ingin ku sebutkan.
Blog ini adalah blog yang aku banggakan karena aku berani bercerita banyak tentang masalah di hidupku, tentang skripsi juga, dengan nama iezel aku berani memajang karyaku.
Tanpa nama iezel mungkin aku hanya sosok yang pemalu,
Mungkin aku hanya menjadi sosok pecundang.
Tapi disini di blog ini aku mulai bisa bangkit, dan hidup menjadi iezel yang bisa bicara apa saja, bercerita apa saja.

Aku sangat senang menjadi iezel.

Namun sekarang sudah waktunya aku harus meninggalkanmu,

Skripsian terlantar karena aku meninggalkan diriku di dunia nyata,

Dosen teman teman dan orang tua telah menasehatiku.

Menjadi dirimu terlalu mengasyikkan hingga aku lupa diriku sendiri.

Mungkin hanya inilah cara satu-satunya agar aku bisa melanjutkan hidupku di dunia nyata.

Maafkan aku.

Dan terimakasih untuk semuanya.

Goodbye

Waiiiittt..

Tapi aku pasti kembali, ke dunia blogger lagi.
Hanya saja aku harus wisuda dulu ya.
Aku sudah bilang mama kok,
“Ma, misal kalau nanti aku wisuda aku ingin di rumah dulu sekitar 4 bulan. untuk istirahat dan mengerjakan hobiku. Ya ma? Ini cara agar aku semangat ingin cepat wisuda”
Dan mamaku menyetujuinya,
“Ya, yang penting sekarang kamu fokus semoga sesuai target”
mungkin karena inilah aku harus tinggalkan blog (untuk sementara).

Aku ingin wisuda agar bisa cepat istirahat di rumah dan lebih fokus ngeblognya.

tunggulah aku nanti pasti kembali (kalo masih idup), gapapa kan? kamu juga pasti senang kalau aku wisuda nanti. Pasti akan lebih banyak cerita yang bisa ku tulis disini nanti.
Goodbye myblog

Jawab! Apa Benar Kita Sudah Merdeka?

Selama 72 tahun Indonesia menyatakan diri sudah merdeka.

Setiap tahun dirayakan dengan meriah, dengan berbagai lomba. Setiap depan rumah diberi bendera merah putih dan berbagai hiasan yang memeriahkannya.
Banyak orang senang dan tidak lagi memikirkan sebuah pertanyaan yang mungkin bagi beberapa orang terus mengganggunya.
Pertanyaannya adalah
"Apa benar kita sudah merdeka? Apa sih arti merdeka? Apa bukti bahwa kita sudah merdeka?"

Kalo pertanyaan itu sekedar ditanyakan sekilas saja pasti semua orang bisa menjawab dengan gampang, udah lah, ya merdeka ya kalo udah ga dijajah. Udah buktinya proklamasi.

Nah beda kalo misalnya pertanyaan itu ditanyainnya pelan pelan, sambil diresapi dan direnungkan. Sambil terbuka dengan keadaan. Korupsi, utang negara,  sumber daya alam Indonesia banyak pihak asing yang berkuasa, perpecahan karena beda agama, nasib petani yang belum juga sejahtera.
Mmm pikir pikir lagi deh jadinya.
apa itu merdeka?

Apa itu merdeka?
Sedangkan di Papua sana masih saja kekayaan alamnya dikeruk, oleh siapa? Untuk siapa?
Dan kita hanya diam saja?
Apa itu merdeka?
Sedangkan isu agama dibiarkan menganga. kebencian timbul kepada sesama. Kenapa?

Apakah itu merdeka?
Sedangkan saat ada seseorang yang berusaha berkarya malah makian yang diterima.
Saat budaya sendiri tak dihargai.
Namun begitu mau diambil negara tetangga, baru pada ribut, dan bertingkah seolah-olah peduli.
Siapa kita? Apakah kita sudah merdeka?

Lalu apa arti merdeka?
Monggo yang mau jawab boleh tulis di komentar, hehehe

15 Tips Agar Foto Produk Terlihat Semakin Kece

Hari ini saya ikutan acara workshop fotografi yang di adain di LIPI, acaranya seru banget. Soalnya kita bisa langsung praktek, ga cuman duduk aja dengerin materi. Pematerinya juga tidak beribet dalam menyampaikan materi, ini sangat cocok dengan kita yang pada dasarnya ga begitu paham istilah istilah dalam fotografi.

Diawali dengan menceritakan latar belakangnya bagaimana, kemudian mulai memotivasi kita bahwa kita bisa menghasilkan foto yang bagus, lalu dilanjutkan dengan pengenalan beberapa teknik pengambilan gambar. Tentunya tiap tiap materi disampaikan dengan diselingi praktek langsung, jadi kita langsung paham dengan materi yang disampaikan.

Berhubung acara workshop ini diadain di LIPI, Fotografi pun lebih diarahkan untuk mendapatkan foto foto penelitian yang menarik. Lebih spesifiknya foto produk penelitian. Seringkali peneliti yang akan mempublish hasil penelitian beserta produknya kurang memperhatikan keindahan dari foto produk. Alangkah baiknya jika foto foto yang akan di publish dibuat lebih baik lagi.

Contoh Studio Foto Produk
src : jimdo

Ada beberapa Tips dari Pemateri agar foto produk yang dihasilkan lebih baik.

Meskipun tips ini diberikan ketika workshop untuk foto produk penelitian, namun sebenarnya ini juga cocok untuk berbagai produk. Misalnya sepatu, cincin, dan berbagai produk lain  yang mungkin ingin anda jual. Silakan baca 15 tips ini agar hasil foto produk anda terlihat semakin kece.

1. Gunakan Kamera (yang beneran kamera)

Meskipun smartphone ada kameranya, itu ya buat selfi aja lah. Kalo mau foto produk sebaiknya menggunakan kamera beneran. Karena dengan kamera beneran kita bisa mendapatkan foto dengan kualitas yang tinggi serta editable. Jadi misal nanti mau di crop atau mau di tambahin tulisan kualitas gambarnya masih baik. Berbeda dengan kamera smartfon yang terkadang hasilnya kurang memuaskan (tidak fokus, warna berbeda, kurang cerah, kurang tajam dsb).
Kamera beneran ini tidak harus yang mahal, ada berbagai jenis kamera di luar sana yang harganya masih terjangkau. Ya tentunya kualitasnya lebih baik daripada kamera smartphone lah.

2. Dalam melakukan Foto sebaiknya dibuat banyak

Jangan pernah merasa puas dengan satu foto saja, lakukan foto yang banyak. Ya minimal 10 lah, karena nantinya jadi banyak pilihan. Dan tentu saja anda akan memilih yang terbaik. Kalau foto hanya sekali saja nantinya jika setelah dicek ada kekurangan ya gimana? mau ga mau kan itu aja. Makanya sangat penting untuk mendapatkan foto yang banyak

3. Masih mirip poin 2, selain hanya banyak buat juga variasi foto

Misal produk difoto dari atas, samping, depan. diputar dulu, atau bagaimana lagi. Lakukan eksperimen-eksperimen dan eksplorasi setiap angle. Karena dengan perubahan angle, feel dari foto pun ikut berubah. nanti tinggal dirasakan saja mana foto yang paling bagus. Tetap, jangan pernah puas hanya dengan satu eksperimen, lakukan terus eksplorasi terus.

4. Perhatikan Background Foto

Jika ingin mengambil foto produk, usahakan agar fokus kepada produk, Maka dari itu, perhatikan backgroundnya. Jangan sampai Background membuat foto menjadi tidak fokus. Terlalu aneh misalnya, atau warnanya mencolok.
background yang baik untuk memotret produk adalah background netral, misalnya putih, hitam, warna warna kayu, usahakan tidak memiliki pola sehingga tidak menjadi perhatian. ingat bahwa pusat perhatian adalah produk. Contoh background lain yang baik lagi misalnya yang berkaitan dengan alam, misal rumput segar, gemricik air  dll. cocok untuk produk ramah lingkungan.

5. Buat settingan ke Highsize

Maksimalkan ukuran gambarnya, semakin tinggi ukuran gambar, maka kualitas gambar pun semakin baik juga. Dengan gambar yang berkualitas maka produk pun menjadi semakin menarik

7.Upayakan agar memberikan frame yang cukup luas pada foto

Beri jarak antara foto dengan frame, hal ini dimaksudkan agar nanti foto tersebut bisa dicrop dengan berbagai ukuran. Misal ingin dibuat Vertikal, bisa, Horizontal bisa. Atau jika ingin membuat krop hanya di produk pun bisa. Jika frame terlalu mepet dengan produk, maka foto tersebut menjadi tidak cropable, tidak fleksibel untuk berbagai keperluan. Artinya mau tidak mau ya pakenya ukuran itu saja. Noh enak yang frame luas toh. Tidak masalah kok frame luas, kan udah di highsize juga jadi tenang aja gambarnya engga pecah.

8. Foto Produk Fokus ke Produknya

Jangan sampe foto produk kepotong dan justru mementingkan hal lain, jangan. Foto produk jangan sampai terpotong. Harus jelas.
Kalau produknya ada bungkusnya, jangan ragu untuk membukanya. Perhatikan karakter produk yang akan di foto, berbahan apa? dapat memantulkan cahaya apa tidak. Jika terbungkus plastik biasanya juga akan membuat spot kilau dari flash. Makanya sebaiknya dibuka saja. Misal produk sabun herbal, dan dibungkur. Buka saja bungkusannya. Maka produkpun akan menjadi terlihat lebih menarik

9. Penataan produk itu penting

Perhatikan dimensinya, apakah sudah proporsional? enak dilihat?
Misal produknya sachet, bagaimana ditatanya? apakah ditidurkan? Sebaiknya kalau sachet anda membuat sanggaannya, hal ini agar menciptakan dimensi.
Jika ingin membuat foto berdimensi yang terkesan jauh dekat, usahakan agar produk yang difokuskan berada di sepertiga bagian foto (baik itu sepertiga kanan atau bawah atau kiri atau atas), hal ini lebih enak dilihat dimata. Jangan ditaruh di tengah foto, kurang maksimal nantinya. Untuk memfokuskan ada tekniknya, bisa dengan mengatur diafragma kecil, sehingga fokus ke produk dan lainnya terkesan blur.

10. Perhatikan Detail

Jangan sampai ada kekurangan pada foto, biarpun hanya setitik debu atau apapun. ada kotoran, atau lemak, atau plastik. Upayakan agar tidak ada yang mengganggu fokus kepada produk. Detail kecilpun perhatikan.

11. Jika ingin menunjukkan ukuran produk

Anda bisa menyandingkan produk dengan benda-benda umum yang kita semua tahu berapa ukurannya, misal koin, bungkus rokok, atau lainnya. Misal penggaris juga boleh, namun dengan penggaris akan mengurangi keindahannya

12. Mengatasi Foto Gerombolan

Misal produk anda tidak hanya satu, maka aturlah posisi produk produk agar terlihat bagus komposisinya. Jika produk memiliki warna berbeda upayakan agar campuran dari warna warna membentuk pola yang indah. upayakan warna yang sama diletakkan berjauhan. Teknik mengambil gambarnya fokuslah pada satu produk di antara gerombolan itu, dan buatlah produk yang lain seakan mendukung dan meramaikan.

13. Dalam mengambil gambar jangan sampe goyang

Lebih baik pakai tripod karena aman tidak goyang, namun jika terpaksa dengan handheld usahakan agar pegangan kita cukup stabil dan kuat. lalu aktifkan flash agar mengurangi hasil yang goyang. Maksud goyang disini adalah foto yang tidak fokus.

14. Atur Pencahayaan

Untuk menghasilkan gambar terbaik, atur pencahayaannya. Jika indor maka siapkan cahaya buatan 
(lampu), serta reflektor agar mengurangi bayangan. Jika Outdoor usahakan agar tidak di bawah sinar matahari langsung karena nanti menghasilkan gambar yang keras, malah jadi rusak.

15. Buatlah Studio Foto untuk Produk Anda

Studio ini bukanlah ruangan besar, bisa anda buat hanya dengan kotak kayu, ya asalkan prinsip prinsipnya terpenuhi.
Tujuan pembuatan ini adalah agar memberikan pencahayaan yang terbaik, mengurangi efek bayangan, membuat background netral.
Gunakan warna background netral. Jika ingin membuat studio foto produk bisa dengan sederhana kok, pakai kotak lalu ditutup kertas karkir, lalu dilapisi warna putih misal pakai stereofom atau kertas putih. Jangan sampai ditekuk, buat saja lengkungan pada bagian belakangnya. jika ada tekukan nantinya akan menciptakan garis
Untuk sumber pencahayaan bisa menggunakan lampu LED yang bulat, 15 watt. Dengan lampu bulat cahaya lebih menyebar dan membuat hasil gambarnya semakin bagus.

Sepertinya cukup sekian dulu informasi tentang cara menghasilkan foto produk yang menarik, ingat foto produk yang menarik membuat orang-orang jadi tertarik untuk mengetahui lebih jauh. Maka berusaha lebih baik mendapatkan gambar produk yang bagus agar nantinya minat orang-orang pun bisa meningkat.

17 Agustus Jalan Jalan di Jakarta, Naik KRL Gratis

Pembukaan dulu lah

17 agustus kali ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, 
Tahun sebelumnya kalo 17 agustus di Purwokerto, biasanya saya ngerayainnya dengan leyeh leyeh aja. Ya gitu tiduran, main COC, main CR.
Kalo waktu 17 agustus saya sedang di rumah, pasti dirayain dengan cara nonton upacara di tivi.
Karena ada jet terbang yang jarang banget buat tontonan.
Seru banget kan kegiatan yang saya lakukan? #senyap
Nah 17 agustus kali ini saya sedang berada di Serpong..masih lingkup jabodetabek.
Jadinya saya pengen lah bikin kegiatan baru. Mau ngapain ya.
Malamnya saya mendapat kabar via Whatsapp, kata temen saya tanggal 17 agustus naik kereta gratis, Rp. 0. Lalu disusul dengan kabar yang bersebaran di facebook. Lalu saya memastikan juga di situs berita. Dan benar bahwa KRL katanya gratis.
Wih kayaknya rame ntar KRLnya. Yaudah akhirnya saya berencana buat jalan jalan di Jakarta naik KRL.
Motivasi saya buat nyoba 17 agustus ini naik KRL adalah karena pengen ngerasain gimana ramenya naik KRL. Soalnya minggu minggu kemarin saya pernah naik KRL hari Sabtu, dan ternyata KRLnya sepi. Nah maka dari itu mumpung besok gratis, kayaknya rame nih saya mau nyobain gimana rasanya. Oh iya berarti nanti saya naik KRL untuk yang kedua kalinya.


17 agustus naik krl gratis
Foto bonus. Ini foto saya waktu udah sampe monas, yang motoin yang orang Pemalang.

Hari H

Next sekarang udah tanggal 17 agustus, saatnya berangkat jalan jalan.
Perlengkapan yang saya bawa sederhana sekali, yaitu hanya tas gendong kecil saja yang berisi dompet, power bank, handphone, rokok+korek dan air minum.

Sekitar pukul 1an lebih, saya berangkat naik motor dari kosan ke Stasiun Serpong. Sengaja biar sampe di tempat itu udah ga panas.
Oh iya saya bisa ada motor di sini karena saya waktu kesini berangkatnya bawa motor dari rumah.
Rumah saya di daerah Banjarnegara, dari rumah ke serpong kalo di google maps katanya 11 jam. tapi dalam realitanya saya menempuh perjalanan selama 20 jam.
iya, dari rumah berangkat jam 3 pagi. sampai tujuan jam setengah delapan malem. Ya biasalah orang ndesa ke kota apalagi cuman mengandalkan google maps pasti nyasar dulu. apalagi hape saya kadang iseng, batre masih setengah - waktu buka map dan nyalain paket data tiba tiba mati. “pura pura doang”. kalo dinyalain lagi ternyata baterenya masih.
ya intinya yang bikin lama itu nyasarnya.

lanjut ke cerita 17 agustus

saya ke stasiun serpong pakai motor. 

Di stasiun serpong kalo nitip motor bayarnya 3 ribu. tiap sejam naik. kalo seharian jadinya bayar 8 ribu. gapapalah.
terus saya ke tempat beli tiket untuk naik KRL, saya belinya yang Tiket Harian Berjaminan. Soalnya saya pakenya cuma pas saat ini aja. Kalo naik KRL nya rutin tiap hari, mending belinya yang Kartu Multi Trip, jadinya bisa diisi saldo dan dipake terus-terusan.
Alat untuk beli tiketnya cukup canggih, kita bayarnya tinggal masukin duit ke lubang yang ada tulisannya masukkan uang anda.
setelah itu keluar deh THBnya.
harga naik KRL biasanya cuman 3 - 6 ribu tergantung stasiun tujuan.
nah ini karena gratis jadinya bayarnya cuman 10 ribu buat jaminan tiketnya. nanti duit bisa diambil lagi kok dengan nukerin tiket ke loket.
Ini foto alat untuk THB
ini bukti bayarnya yang cuman 10rb
Kalo baru pertama kali naik KRL juga anda tidak perlu pusing, di samping alat THB ada petugas yang dengan ramah siap untuk membantu pembelian tiket anda, jangan kuatir.
Setelah saya pikir-pikir, kali ini saya akan main ke Monas aja. Karena saya belum pernah kesana. Dulu sempat pengen, tapi karena saya gatau jalan dan sepupu saya sibuk ga bisa nemenin akhirnya saya belum bisa kesana.
Saya awalnya cukup pusing mau ke stasiun mana kalau ke Monas.
Beruntungnya saya bertemu seseorang yang akan naik KRL juga, yang orangnya cukup enak buat diajak ngobrol. Dia ternyata juga lagi jalan-jalan karena gratis, katanya mau nyobain ampe ujung. Tapi karena lama, akhirnya di Stasiun Serpong dia balik arah dan memutuskan untuk kembali ke rumahnya yang berada di daerah Buaran. Kita jadi sering ngobrol dan cukup asik membahas ini itu.
Kemudian saya minta saran ke dia kalau ke Monas lewatnya mana, dia jelasin dengan gamblang rutenya. Yang intinya saya harus ke Stasiun Juanda. Dari Stasiun Juanda nanti tinggal jalan kaki seperempat jam doang lah paling. Udah deket banget.
Bagi temen-temen yang mau tau rute untuk ke Monas kalo dari Serpong begini
Dari Stasiun Serpong naik kereta di peron ke arah Stasiun Tanah Abang (transit), Lalu turun dan naik kereta di peron ke arah Stasiun Manggarai (transit), lalu turun dan naik ke kereta di peron ke arah Stasiun Jakarta Kota. Sebelum sampai Stasiun Jakarta kota nanti akan melewati Stasiun Juanda, nah disitu turun. Jangan di kereta terus ntar dikira ga punya rumah.
Nah begitulah saya naik ke kereta pertama yang ke arah Stasiun Tanah Abang, sepi cuy. 

Padahal saya pengen ngerasain yang ramenya. Dari Stasiun Serpong ke Stasiun Tanah Abang kira-kira memakan waktu sekitar setengah jam aja.
Nah begitu sampai di Stasiun Tanah Abang barulah suasana ramainya mantap jiwa. Kayak lagi ada konser.


Saya jalan tuh pelan, dikanan kiri dpan belakang ada orang.  Tangan kanan megang saku yang ada hapenya, tangan kiri megang tas yang ada dompetnya. Buat jaga-jaga aja. Kalau yang lain aku lihat megangnya pasangannya, mmmm.

Begitu kereta tiba, semua orang siap-siap untuk naik. Tapi tetep nunggu yang di dalem pada keluar dulu.
Di dalem wihhh, sesek. Pernah liat truk yang bawa ayam? nah itu masih agak mending lah daripada kereta ini. soalnya ayam yang di truk aku liat masih pada bisa jalan-jalan. Nah ini mau puter badan aja susah. Yess akhirnya ngerasain rame. foto dulu

Hal terpenting yang harus kamu lakukan sebelum naik kereta yang rame begini adalah mandi dan pake parfum. Soalnya kemungkinan besar kamu bakalan berdiri dan harus angkat tangan buat pegangan. Gamau kan satu gerbong pada keracunan aroma mu?

Begitu tiba di Stasiun Manggarai, akhirnya saya harus berpisah dengan temen ngobrol yang baru ketemu tadi. Dia ke arah Jatinegara, sedangkan saya ke arah Jakarta Kota. Ucapan terimakasih saya sampaikan dengan tulus kepadanya, dan senyuman pun saling kita berikan.

Singkat cerita akhirnya saya mau sampai di stasiun Juanda. Saya lihat ke pinggir ternyata kereta yang saya naiki itu kayak lagi terbang. Soalnya tinggi. gedung-gedung aja dari kereta ini keliatan atapnya.

Tuh orang yang dijalan yang saya fotoin, keliatan kecil kan di bawah.
Jadi ini relnya emang sengaja dibikin tinggi, soalnya biar ga perlu motong jalan. Kan jalan ibukota padat tuh. Biar ga macet.

Sampai di Stasiun Juanda

Begitu sampai di stasiun Juanda saya agak bingung mau kemana. Saya coba keluar stasiun aja deh. Terus liat orang rame-rame pada ke arah bus transjakarta, saya jadi ikutan kesana. Wih nyebrangnya naik FlyOver, baru pertama kali nih. Foto ah.

Begitu sampai di pintu masuk halte bus Transjakarta, saya berhenti sejenak, mau tanya ke mba mba nya gak ga enak keliatannya lagi sibuk. Jadinya saya liat-liat peta aja lalu saya liat sekeliling. Nah ada beberapa anak muda lagi liat peta. Sekalian aja saya tanyain mau ke Monas lewat mana?
Terus katanya tinggal jalan kaki aja ke arah sana. sambil ditunjukkin pake tangan. Ohh iya saya paham.

Akhirnya saya jalan kaki, di perjalanan saya lihat ada bapak-bapak jualan Dawet Ayu Banjarnegara, wih mantep produk Banjarnegara bisa nyampe Jakarta juga. Sayangnya karena jalannya agak rame dan si bapak berada di seberang jalan, saya jadinya ga sempet beli dan ngajak ngobrol. Huff.
Setelah agak lama berjalan akhirnya keliatan juga monasnya, wih dikit lagi nih.
Saya semakin semangat jalan ketika liat ada gerbang, saya ke arah gerbang. Gerbang itu di jaga sama bapak bapak berseragam, polisi kayaknya. terus ga boleh masuk lewat gerbang yang itu, katanya muter lewat depan.
Saya akhirnya nurut aja. Ya bagaimana lagi, mau maksa?

Saya jalan ke gerbang depan, disana rame orang. Rame bapak-bapak pake seragam, ada apa nih. Ohh iya sekarang kan lagi 17 agustus. Pantesan rame.
Di depan saya lihat ada gedung istana, ada banyak kursi. Dan terlihat orang mengantri, oooh ternyata disini buat acara agustusan, saya denger ada suaranya Tulus lagi nyanyi lagu Gajah. Wah barangkali banyak artis saya ikut ngantri juga. Tapi baru sekitar satu menit antri sama bapak polisi disuruh keluar barisan, katanya celana pendek ga boleh masuk. Ahhhh bapak. Kenapa????
Yaudah saya nurut aja, mau gimana lagi, maksa??

Saya memutuskan untuk ke arah tugu monas. Sekitar seratus meter jalan saya melihat wajah Pak Jokowi ditayangkan di layar besar.
Disitu banyak orang yang menonton. Dan dari layar besar kelihatan kalo Pak Jokowi mau keluar gerbang istana. Sontak orang-orang yang tadi lagi nonton langsung berduyun-duyun ke arah gerbang. Saya pun ikutan aja. Seru keliatannya. Dan benar saja, Pak Jokowi keluar  gerbang, baru pertama kali saya liat muka Pak presiden cuman sekitar jarak sepuluh meter doang. Ya ga sia-sia lah saya disuruh muter. seenggaknya saya jadi bisa tau gimana rasanya nonton live.
Ada hal yang cukup lucu, yaitu ibu-ibu yang menerobos penjaga buat minta foto bareng sama pak Jokowi. Menurut saya itu berlebihan lah, buat apa sih?? Saya mundur dan pengen ke tugu monas aja. Pengen naik dan liat pemandangan. Liat Pak Jokowi udah cukup lah saya dari jauh aja gapapa. Ga salaman ga foto bareng juga ga masalah.

Saya kemudian berjalan menuju gerbang, dan lagi lagi gerbangnya dijaga sama bapak-bapak berseragam, tapi kali ini seragamnya agak ijo. Kayaknya TNI AD.
Karena gerbangnya ditutup saya jadi bilang
“Misi mau masuk pak”
“mau ngapain ga boleh”
“Loh katanya yang di gerbang suruh masuk lewat sini”
Sampai disitu suasana jadi agak tegang.
Kemudian bapaknya jawab
“Lewat sebelah mas, tuh yang buat umum”
“Ohhh itu, iya iya, ga liat pak”
Ternyata gerbangnya ada dua sebelahan persis. Haha agak malu jadinya.
Saya lihat banyak sekali bapak-bapak berseragam lengkap dengan senjatanya. Keren banget ya penjagaannya. Kayak di film film mafia.
Liat pinggiran jalannya juga ada kawat tajam, suasananya jadi makin kayak di film aja.
Begitu masuk saya langsung ke arah tugu monas. Sambil foto-foto tentunya. Di samping kiri lagi ada barisan berseragam, cukup banyak. Kayaknya disiapin buat nanti upacara penurunan Bendera. Tapi saya ga begitu tertarik jadinya foto dari jauh aja dan abis foto langsung lanjutin perjalanan lagi.

makin deket aja ama Tugu Monas.
Wih tinggi juga. Saya foto-fotoin aja lah.

Terus saya lanjutin jalan buat naik ke atas Monas, lalu saya bingung. Ini sih masuknya lewat mana, gerbang dikunci. Mana sepi, akhirnya saya tanya ke bapak-bapak seragam kuning.
“Pak ini masuknya lewat mana ya.”“masuknya lewat gerbang yang merah itu di depan,”“Lo kok di depan, mau masuk ke Monas saya pak.”“Iya di gerbang depan sana. nanti masuknya lewat bawah tanah.”Oooooo jebul bawah tanah to.“tapi, sekarang udah tutup. Jam 4 tutupnya”“yah tutup pak, padahal saya pengen banget naik”
yaudah saya ucapkan terimakasih karena bapak tadi sudah bersedia menjawab pertanyaan saya.
Kecewa saya, karena rame di deket istana tadi jadi saya lama di jalan. Ga ngerasain naik Monas deh.

Saya memutuskan duduk duduk dulu, buat nenangin diri. Ya sambil menikmati suasana, lalu saya nyalakan rokok.
Tiba tiba saya merasa butuh seseorang buat diajak ngobrol. Saya panggil aja satu orang yang lagi selfi,
“hoy, Kamu sendirian kesini?”“engga itu temen temenku lagi duduk disana”“ooooh, pinjem dong itu saya pengen foto-foto juga”
Orang itu lalu mau melepas hapenya dan memberikan tongsisnya ke saya, tapi buru-buru saya bilang.
“Pinjem hapenya juga dong, kamera saya jelek. Nanti saya minta fotonya lewat bluetooth”“Ooooh, iya.”

Akhirnya di pinjamkan juga sama hapenya (huh ga modal). Awalnya saya selfi. Tapi dia nawarin buat ngefotoin saya pake kamera belakang. Katanya biar gambarnya lebih bagus. Yaudah saya mau aja.
Dan setelah itu saya minta file fotonya dikirim lewat SHAREit. Biar cepet.
Abis itu kita duduk duduk dan mulai ngobrol.
Saya duluan yang nanya
“Kamu sering kesini?”Pertanyaan yang sangat mainstream kalo di tempat wisata.“Baru dua kali ini”“Ooooh, saya baru pertama kali ini, eh malah telat buat naiknya. Katanya tutup jam 4”

Dan begitulah akhirnya kita bisa ngobrol dengan enjoy. Lalu ketika nanya tentang asal daerah, dia jawab dan ternyata asalnya dari Pemalang, walah jan ternyata wong jawa juga. Yaudah sejak itu kita jadi ngobrol pake bahasa jawa. Ngobrolnya ngalor ngidul banyak lah, sampai mbahas cewe, nikah, sekolah, kerjaan dll. 

Setelah agak lama ngobrol temannya datang, dan mengajak untuk balik. Yaudah kita akhirnya berpisah. Seperti sebelumnya saya mengucapkan terimakasih dengan tulus.

Karena matahari sudah mulai jingga dan semakin turun. Maka saya juga memutuskan untuk pulang. Sebenernya saya mau lebih lama lagi duduk di sini. Cuman saya ga tau KRL itu sampe malem apa engga jadinya daripada terjadi hal yang tidak diinginkan mending balik aja.
Ya begitulah singkatnya akhirnya saya balik. Sampe di Serpong tak lupa tiketnya saya kembalikan, biar dapet duit jaminan tadi yang 10rb lumayan buat beli makan.
Total pengeluaran saya buat jalan-jalan kali ini yaitu cuman 8rb doang buat nitip motor, udah. Murah banget mbok????

Sebenernya saya ambil fotonya cukup banyak, tapi mungkin buat saya pribadi aja ya sisanya.
Beginilah kisah jalan-jalannya solo player, hehehe. Bukannya saya lebih suka sendiri, pasti akan lebih menyenangkan jika main bersama teman.
Sejujurnya malamnya saya mengajak teman saya, tapi ternyata dia sedang mudik, yaudah.
Tapi sendirian juga menyenangkan.

Iezel
[PUISI] Jika Cinta Menjelma Bintang

[PUISI] Jika Cinta Menjelma Bintang

Kali ini saya akan share puisi yang baru saja saya buat. Saya sangat suka dengan puisi karya Sapardi Djoko Damono yang seringkali membuat perandaian atau juga bahasa metafora. Seperti puisinya yang "aku ingin mencintaimu dengan sederhana". Dengan pilihan analogi yang sederhana tapi begitu menyentuh bagi siapapun yang dapat merasakannya. Kalau belum tahu nanti akan saya tuliskan di akhir postingan puisi karya Sapardi tersebut.

Puisi yang saya buat kali ini masih bertema cinta. Hehe. Soalnya cinta lah yang paling menarik bagi saya saat ini. Puisi yang saya buat cukup pendek. Jadi bacanya pelan pelan aja sambil diresapi. Lanjut, ini puisinya


Judul : Jika Cinta Menjelma Bintang

Jika cinta menjelma bintang
Siapa yang peduli pada satu bintang di balik awan
Kecuali jika kau dan aku percaya ia ada

Namun jika hanya aku yang percaya
Untuk apa ada bintang di sana?
Siapa yang peduli?

Maka biarkan cinta tak usah menjelma
Biar peduli tak perlu siapa
Dan percaya bukan lagi perkara

iezel, agustus 17

Begitulah puisi yang saya bikin.
Oh iya sesuai kata saya tadi.
Saya akan menunjukkan puisi karya Sapardi yang menurut saya begitu menyentuh. Ini dia.


aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono

Begitulah edisi postingan puisi kali ini. silakan komentarnya

Tips Menghadapi Anjing Pitbull (Berdasarkan Kisah Nyata)

Saya berikan tips ini berdasarkan pengalaman saya sendiri, ketika itu saya mau beli makan. Tapi baru saja keluar rumah beberapa meter saya melihat ada anjing pitbull di samping rumah tetangga.
Saya ini memang orangnya cukup fobia dengan anjing, saya punya pengalaman buruk dengan anjing, yaitu pernah dikejar anjing dua kali.

Kejadian yang pertama yaitu di depan rumah saya sendiri, waktu saya umur berapa sih yah, kelas 3 SD pokoknya lah, saya mau main bola di lapangan, karena udah agak telat saya jadinya lari dari rumah. Eh baru aja ke jalan depan rumah tau-tau anjing ada yang ngegonggong, saya balik arah dan lari ke rumah tetangga saya lalu sembunyi di belakang rumah, deg degan banget saya.

Lalu kejadian kedua adalah, saya berteman dengan anaknya orang yang punya anjing itu. Saya main ke rumahnya, saya kira karena saya disitu temannya saya tidak akan dikejar, eh dugaan saya salah,anjing tersebut malah menggonggong dan mendekat ke saya, saya langsung lompat ke meja aja. Pemiliknya buru-buru nenangin anjing tersebut. Lalu saya diajak main di tempat lain.

Karena baru-baru ini (ya masih bulan agustus juga) saya mendengar kabar bahwa anjing pitbull cukup berbahaya, dan memang sampai terjadi kasus juga bocah cilik namanya Ramisha yang tinggal di Malang meninggal karena digigit anjing jenis ini.
Sorry gambarnya nyomot di pixabay, saya belum berani fotoin langsung anjingnya.
sumber : pixabay

Makanya kalian bisa pelajari tipsnya dari saya agar nanti tidak bingung ketika berhadapan langsung dengan anjing pitbull.
Begini tips dari saya :

1. Kembali ke kamar, lalu mengambil pisau lipat

Ini untuk jaga jaga, misal anjingnya nanti nyerang kan jadi punya alat pertahanan.

2. Kembali ke kamar, taruh lagi pisaunya

Akhirnya saya balik lagi ke kamar ga jadi bawa pisau. Saya nanti hanya mengandalkan tangan kosong untuk memukul kepala anjingnya. Takutnya jadi kasus kalo pakai pisau, kan anjing punya orang, kalau dia mati gimana?

3. Kembali ke kamar, ambil kunci motor, pakai Motor

Karena serem juga takut digigit, lebih baik mencegah iya ga.
Saya balik lagi ke kamar, ambil kunci, pake motor deh.
Meskipun jarak wartegnya cuman 200 meter, demi keamanan mending pake motor aja deh.
Dan begitulah tipsnya, cerita selanjutnya adalah
Meskipun pakai motor, saya juga harus waspada. Jarak dengan anjing tetep diperhatikan. ketika saya pake motor pun saya perhatiin tuh anjingnya, takutnya tau-tau ngejar. Tapi ternyata dia diem aja sambil liatin balik. Kaga ngejar, kaga ngegonggog. Sampai disini saya melihat ada hal yang membuat saya merasa konyol, apa itu?
Anjingnya ternyata dirantai. hahaha
Begitulah tips dari saya, meskipun akhirnya ga berguna tapi kan mending mencegah daripada aborsi iya ga. eh apaan sih.
Monggoh dikomentarin....

iezel

Saya mimpi, di Kamar Saya Ada Cacingnya

Saya baru saja tidur, dan begitu bangun saya buru-buru tuliskan kejadian di mimpi tadi. Biar tidak lupa.
Biasanya kalau orang mimpi itu agak berhubungan dengan kejadian nyata sebelumnya. Ya dan semua itu bener. Jadi sebelum saya tidur, saya itu abis telponan sama mama.
Membahas uang saya cukup apa engga,
“kepriwe sangune? Esih cukup ra?”
“Esih Ma, tapi ya delamaning”
“Delamaning rampung apa delamaning apa”
“Delamaning ntek, maning tanggal 22 bayar kos, 550rb.”
“Listrike bayar ra?”
“mbuh aku urung ditagih, kayane ra bayar”
Ya begitulah dan obrolan banyak lagi,
Tumben-Tumbenan mama saya telpon, eh katanya lagi ada gratisan. Hoh yaya pantesan.
Seneng banget ditelpon, tapi sedih juga belum bisa ngabarin kabar baik misalnya.
“ma penelitiane wis rampung”
Atau
“Ma aku nemu duit sejuta”
Atau
“Ma aku olih pacar ayu banget nang kene” (Sekarepmu!)
Ya akhirnya cerita kabar buruk tok.
Menyedihkan.
Abis itu gratisan telponan mama saya abis. Mama saya sms, tp belum saya baca. Saya lagi asik otak-atik ngatur chanel iklan, biar iklan di halaman tertentu berbeda dengan halaman lain. 4 jam-an saya coba, dari jam 10 sampe jam 2 siang.
Dan akhirnya jadi, yeay. Kayaknya sih, tapi gatau juga.
Pusing saya,
Saya pakenya <b:if cond .............
dan pake bahasa logika yang saya otak atik biar sesuai. Tapi entahlah gatau jadi apa engga.

Lanjut, Abis penat main laptop saya ngantuk. Jadinya saya tidur, sebelum tidur saya liatin foto-foto artis cewek di google, kan sapatau kebawa mimpi gitu. Haha (serah lu)
Sumber gambar : Pixabay

Saya tidur, mimpi saya begini

“Saya melihat ada cacing cukup besar gerak gerak di Ember.
Waktu saya lihat kaki saya juga disenggol-senggol cacing, ternyata dari lubang Wc yang letaknya di sebelah ember.
Saya jadi takut ya, orang cacingnya itu gede.
Lalu saya pengen aduin ke mama,
Eh tau tau nyampe rumah dan ketemu mama (aneh ya, begitulah mimpi, fyi=kamar kos saya ada di Serpong, rumah saya ada di Banjarnegara)
“Ma, udah ga betah di kamar ini. Saya balik aja lah tidur di rumah.”
“Lah kenapa sih? Mbok kamu belum selese?”
“Ada cacingnya ma, Mana sepi di samping kuburan.”
“Di samping kuburan mana?”
“Ini kuburan, terus ada bangunan tukang jahit, nah sebelahnya itu kamar saya”
(tiba tiba malah ingetnya alamat tukang jahit tas yang bikinin tas motor buat saya)
“Cacing gimana sih?”
“Ih gede loh ma”
Abis itu saya kasih tau ke mama (tiba-tiba kamar saya ada di kandang kambing belakang rumah)
Mama ngecek WC saya.
Lalu saya tunjukkin dimana cacingnya
“Itu di dalem ember Cacingnya”,
“Iya”
lalu mama saya mengambilnya pake sumpit yang panjang.
membawanya ke dalam rumah di pedangan (dapurnya orang desa)
Disana ada bapak saya lagi duduk dan merokok. Bapak nanya
“Itu apa yang dibawa?”
“cacing, di wc kamar”
“Oooh, deket kandang sapi sih kamarnya”
saya jawab
“Iya, apalagi kalau lagi ujan, kadang air dari kandang masuk ke kasur. Ini punggung saya jadi gatel-gatel” (tiba tiba kamar saya itu jadi di pinggir kandang sapi, namanya juga mimpi)
“Ma saya tidur di rumah aja lah, ga betah di kamar yang ini”
“Lah kan kamu mbok masih ada urusan?”
“Lah udah ga betah, mending di kamar rumah sendiri aja”
Bapak ikut jawab
“Di rumah mau tidur dimana, ga ada kamar”
“iya apa? oh itu kamar yang di rumah mbah masih ada. Tidur disitu aja lah?”
“Mbok ya diselesein dulu urusannya”
“Lah..”
Terus mama ngelempar cacingnya ke bebek, ama bebek buat rebutan.
“Loh ma, kok dikasih bebek? Nanti bebeknya cacingan loh”
“Terus dikasih apa sih?”
“Ya dikasih cacing yang merah, yang di sawah”
Bapak ikutan jawab
“Hoh malah yang merah yang bikin cacingan”
Akhirnya saya iya-iya aja.

Saya balik lagi ke kamar, dan what???!!! kok saya malah ke kandang kambing yang di belakang rumah.
Saya tiduran di tumpukan jerami. Ngeliatin sekitar yang kumuh.
Eh punggung saya gatel.
Saya jadi pengen bangun.

Dan tiba-tiba saya udah di kamar yang beneran yaitu di serpong.

Tapiiii badan saya ga bisa digerakkin, aduhhh gimana ini. Saya udah selesai mimpinya, tapi satu jari pun saya ga bisa gerakin, saya cuman bisa ngeliatin langit-langit kamar saya.

Yaudah saya pasrah aja. ngeliat kasur, terus waktu ngeliat ke atas lagi, tiba-tiba saya melihat opai besar muncul dari langit-langit kamar. Abis itu netes netes air nya. kenain kaki saya, dan kaki saya lama-lama keisi air itu. Terus wsssssss,kaki saya bisa digerakin.
Dan badan saya juga bisa digerakin.

Begitulah mimpi saya.

Waktu saya bangun tidur langsung saya catat, dan saya pikir-pikir kok ada hubungannya ya dengan kejadian sebelum tidur.
misalnya sebelum tidur tadi, perasaan saya itu dipenuhi dengan rasa pengen balik ke rumah, ga betah di kamar. Terus kejadian cacing itu emang beneran. gatau keluar dari mana. bukan di lubang WC sih, tapi kejadian nyatanya itu deket lubang keluar air.
Kayaknya sejak saya sering buang nasi yang nempel di wadah magic com di lubang keluar air yang di wc deh jadi lama-lama muncul cacing.

Kalau mau tau WC saya kaya gimana, kayak gini. Agak unik gitu 
Begini Desain WCnya,

Jadi dari desain tersebut terlihat lebih hemat tempat, tapi tetap terasa luas. WC saya itu yang kanan, yang kiri itu punya kamar sebelah.
Kalau foto aslinya, mmm gausah deh ya? Ya sama aja sih, ember, terus WC jongkok. Oh iya saya seneng banget dapet kamar yang WC jongkok. Lebih lancar keluarnya.

Terus, yang opai, itu karena sebelumnya saya abis ngeliat berita di web yang tentang akun instagram artis dewasa jepang,
Sejak ada fitur baru di instagram yang bisa ngeliat followernya itu berasal dari mana aja, usianya kisaran berapa, lalu jenis kelaminnya apa, jadinya banyak artis yang gunain fitur tersebut dan kemudian mengunggah hasilnya.
Dan kabarnya, artis dewasa jepang yang unggah hasilnya itu ternyata banyak yang nge’follow itu orang bekasi. justru orang jepangnya malah ga ada yang ngefollow (mungkin sedikit sekali).
Nah abis saya baca berita itu saya jadi penasaran ama artis jepangnya, kaya gimana sih orangnya. Terus ya gitu deh. Bahaya juga ya berita yang kaya gitu, malah menjerumuskan saya buat search artisnya.

Ya begitulah mimpi saya yang absurd.
Tapi seru sih, bisa pulang ke rumah, walau cuma di dalem mimpi.